Fungsi Pending Order dan Cara Memasangnya

Pada platform MetaTrader 4 (MT4) terdapat dua cara yang lazim digunakan trader untuk melakukan OP, yaitu dengan Istant Execution, yaitu dimana order akan di eksekusi pada saat itu juga dan Pending Order, dimana eksekusi order menunggu pada harga yang sudah ditentukan, setelah harga tersentuh batas pending order, maka akan di eksekusi secara otomatis. Dengan memanfaatkan fitur ini, maka trader tidak perlu lagi terus menerus berada didepan layar monitor. Cukup memprediksikan arah trend dan pada level berapa harga diperkirakan harga akan berbalik arah.

Pada MT4 terdapat 4 jenis pending order, yaitu : Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop dan Sell Stop yang memiliki kegunaan berbeda-beda. Untuk pemasangannya, lihat gambar 1 dan gambar 2.

gambar 1. pemasangan Pending Order
gambar 2. pemasangan Buy Limit
BUY LIMIT
Penggunaan Buy Limit berdasarkan analisa bahwa arah trend harga yang tadinya turun akan berbalik arah dan menyentuh harga tertentu (menurut prediksi anda) dimana anda ingin melakukan transaksi BUY. Seting harga Buy Limit harus dibawah harga saat ini, lihat gambar 3.

gambar 3. penerapan Buy Limit
Pada gambar 3 (pada pair EU/EURUSD) harga diperkirakan akan turun hingga menyentuh level 1.3043 dan akan berbalik naik hingga menyentuh level 1.3095. Pada ilustrasi diatas Buy Limit dipasang pada level 1.3043 dan TP pada level 1.3095. Saat harga pada level 1.3043 tersentuh, transaksi akan di eksekusi secara otomatis.

SELL LIMIT
Penggunaan Sell Limit adalah kebalikan dari Buy Limit, dimana harga saat ini sedang naik hingga menyentuh harga tertentu dan akan berbalik arah hingga menyentuh harga tertentu.

gambar 4. penerapan Sell Limit
Contoh kasus pada gambar 4 harga diperkirakan akan naik hingga menyentuh level 1.3088, kemudian berbalik arah hingga menyentuh level 1.3042. Sell Limit dipasang pada level 1.3088 dan TP pada level 1.3042.

Buy Limit dan Sell Limit cocok diaplikasikan ketika harga bergerak pada range / kisaran harga tertentu.

BUY STOP
Buy Stop dipasang ketika harga terus bergerak naik mengikuti trend bullish dan diprediksikan akan terus melanjutkan trend apabila menyentuh level harga tertentu (trend semakin kuat).
Contoh kasus :
Trend harga saat itu adalah bullish (naik), sementara anda membuka OP Buy pada level 1.2944. Saat itu, anda memprediksikan jika harga menyentuh atau menembus level 1.2973 (harga tertinggi saat itu) maka trend akan terus menguat dan berlanjut.

gambar 5. penerapan Buy Stop
SELL STOP
Yang berlaku pada Sell Stop adalah kebalikan dari Buy Stop.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »